UNTAGTUAL LOKAKARYA DAN PELATIHAN UNTUK FASILITATOR MODUL KEWIRAUSAHAAN EQWIP HUBS
Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengadakan Lokakarya dan Pelatihan untuk Fasilitator Modul Kewirausahaan yang bekerjasama dengan English Language Community Center (ELCC) UNTAG Surabaya, Jumat (9/3). Bertempat di Ruang I 107 Gedung Pascasarjana, kegiatan tersebut merupakan satu dari rangkaian kegiatan selama lima hari yaitu mulai tanggal 7-12 Maret 2018.
Tahun ini merupakan tahun kedua kerjasama antara UNTAG Surabaya dengan EQWIP HUBs. Adapun Lokakarya ini merupakan kerjasama dengan Kementerian Sosial, Youth Challenge International, Yayasan Insan Sekolah Kasih, Global Youth Leadership, Jeunesse Canada Monde, dan Education Development Center. Tujuan dari Lokakarya ini adalah untuk me-review modul yang sudah diterapkan oleh EQWIP HUBs pada tahun kemarin untuk lebih disempurnakan dan lebih aplikatif terhadap mahasiswa serta selaras dengan kondisi negara yang bersangkutan.
Materi pertama tentang Pendapatan dan Keuntungan disampaikan oleh Fikri dan Setyawan. Mereka menjelaskan secara detail perbedaan antara pendapatan (omset) dan keuntungan (profit). “Pendapatan merupakan hasil dari penjualan produk, penjualan bahan baku, dan investasi perusahaan,” kata Fikri-pemilik Kripik Morang Moreng. “Kerugian bisa diakibatkan oleh kelebihan biaya dan ketidakberhasilan produksi. Karenanya, untuk memperoleh keuntungan harus ada laporan keuangan (pencatatan) yang detail, meliputi: Biaya Tetap (Fix Cost), Biaya Tidak Tetap (transportasi), dan Biaya Operasional (listrik, gaji karyawan)” imbuhnya.
Sedangkan sebagai penutup, materi tentang menentukan harga disampaikan oleh Wiwin Widiasih dan Erli Dewi. Peserta yang telah dikelompokkan menjadi 3 orang diberikan kertas Modul untuk dikerjakan. Modul berisi soal cerita untuk menentukan Biaya Awal/Modal (Startup), Biaya Balik Modal (Break Even Point), Biaya Tetap, Biaya Tidak Tetap, Pendapatan, hingga Keuntungan, dan Kerugian.
Modul tersebut dibuat oleh Education Development Center (EDC) dan sudah diterapkan di 6 negara, yaitu Indonesia, Bolivia, Ghana, Peru, Senegal, dan Tanzania. Bagi yang lolos seleksi akan didanai rencana bisnisnya oleh EQWIP HUBs. “Dengan menggunakan modul dari EQWIP HUBs lulusan UNTAG Surabaya bisa langsung mempunyai usaha, sehingga setelah mereka lulus sudah tidak perlu melamar kerja tetapi bisa mencetak wirausaha-wirausaha baru, menjadi pemuda yang kreatif, tangguh dan menjadi wirausaha yang sukses,” tutup Erli di akhir materi. (Um)
Komentar
Posting Komentar